Tips untuk mengelolakeuangan keluarga, khususnya arus kas
cara mengelola keuangan keluarga yang benar seperti apa?
cara mengelola keuangan keluarga yang benar seperti apa?
Banyak orang mengalami
kesulitan dalam mengelola keuangan keluarga, karena kita tidak pernah diberi
pelajaran untuk mengelola keuangan. Sebagian besar dari kita belajar mengelola
keuangan keluarga dengan melihat dan meniru tindakan orang tua. Kita meniru
bagaimana cara orang tua kita menabung, bagaimana cara orang tua kita
membelanjakan uang, bagaimana cara orang tua memanfaatkan uang dan lain
sebagainya. Sayangnya tidak semua orang tua pandai mengelola keuangan. Kami
akan berbagi bagaimana cara mengelola keuangan dengan bijak?
Coba kita telusuri pola
penggunaan uang dalam keluarga. Pertanyaan pertama: Ketika Anda mendapat gaji
atau penghasilan, apa yang Anda lakukan? Jika Anda bekerja di perusahaan, gaji
Anda tentu akan dipotong dengan beberapa potongan dan pajak penghasilan.
Setelah potongan tersebut, pendapatan Anda dikemanakan lagi? Nah disini kita
seringnya membelanjakan untuk kebutuhan keluarga, membayar utang, membayar
cicilan dan jika ada sisa baru ditabung. Dengan pola ini diakui atau tidak,
Anda akan mengalami kesulitan untuk menabung atau berinvestasi.
Lalu bagaimana solusinya?
cara yang paling bijak adalahmengubah urutan. Tapi Mana mungkin mengubah urutan
bisa membuat saya punya tabungan atau investasi.
Pertama
kita akan memperoleh pendapatan karena kita bekerja. Pendapatan kita dikenai
dengan potongan dan pajak penghasilan. Setelah itu kita harus donasikan, contoh
zakat, perpuluhan atau donasi lainnya. Setelah itu langsung investasikan atau
tabungkan sesuai dengan rencana keuangan yang sudah dibuat. Jika Anda masih
memiliki utang konsumtif, pastikan lunasi terlebih dahulu. Setelah itu terakhir
baru untuk pengeluaran rumah tangga.
Kalo
pengeluaran rumah tangga tidak cukup, sudah saatnya Anda perlu diet keuangan
atau mengencangkan ikat pinggang. Kondisi ini berlangsung dalam periode
tertentu, selama masa penyembuhan kesehatan keuangan keluarga.
Kami menegaskan, bahwa pengencangan ikat pinggang
sifatnya sementara. Hal ini disebabkan karena Anda sudah mulai bergerak ke arah
memperbanyak sumber pendapatan Anda. Jika boleh meminjam istilah Robert G.
Allen, Anda memiliki beberapa sumber pendapatan (multiple streams of income). Darimana saja
sumber pendapatan Anda saat ini? Masih dari gaji, bonus saja? Itu namanya
pendapatan Anda hanya dari pendapatan aktif. Pendapatan aktif adalah pendapatan
karena seseorang bekerja, sederhananya: jika tidak bekerja, ya tidak akan dapat
pemasukan
Jadi
Anda sudah harus mulai merubah pendapatan aktif menjadi pendapatan portofolio
dan/atau pendapatan pasif. Contoh pendapatan portofolio adalah pendapatan dari
keuntungan reksa dana, dividen dari investasi saham, keuntungan dari investasi
saham dan lainnya. Pendapatan pasif adalah pendapatan karena asset bekerja, contoh
royalti musik, royalti menulis buku, keuntungan sewa rumah, keuntungan dari
rumah kos, keuntungan dari bisnis waralaba dan lain sebagainya. Selamat Mencoba
No comments:
Post a Comment