Namun, pernahkah kalian tertantang untuk mengelola uang jajan yang diberikan orang tuamu? Atau setidaknya teslah kemampuanmu mengelola uangmu sendiri. Maksudku begini: Misalnya, kamu mendapat uang jajan lima ribu rupiah setiap hari. Uang itu sebenarnya bukan untuk membeli barang kebutuhan sekolah. Benar-benar uang saku buat jajan. Maka apa yang akan kamu lakukan terhadap uang itu? Buat beli baso doong! Buat beli es campur, buat beli mainan, buat beli oleh-oleh untuk adik di rumah, dan sebagainya.
Nah, apa yang kalian beli itu sebenarnya bukan kebutuhan pokok yang harus dibeli. Kalau kamu tidak jajan kamu tidak akan kelaparan. Kamu bisa makan bekal makanan dari rumah. Sama saja kok mengenyangkan. Malah bekal makanan dari rumah lebih menyehatkan karena tidak ada bahan pengawet atau bahan-bahan berbahaya lainnya.
Tetapi tanganmu gatal ingin membelanjakan uang itu. Rasanya aneh kalau uang di tangan tidak dibelanjakan. Nah, sekarang coba kamu tahan satu hari saja. Iya, satu hari saja tidak membelanjakan uang. Jangan berpikir bahwa kamu sedang memegang uang. Lupakan. Lupakan. Lupakan. Lakukan kegiatan yang tidak mengharuskan kamu mengeluarkan uang. Misalnya: pergi ke perpustakaan, numpang baca buku ke sana. Setelah sampai rumah buru-buru kamu masukkan uang itu ke dalam celengan yang tidak bisa dibongkar. Lakukan kebiasaan itu selama satu bulan saja. Maka tidak terasa kamu sudah memiliki uang 100 ribu rupiah.
Begitulah kebiasaan awal orang sukses dalam mengelola uangnya. Mereka berhasil mengalahkan dirinya sendiri lebih dulu untuk tidak membelanjakan semua uangnya. Jika ada keperluan, mereka tidak langsung belanja, tetapi mereka menyimpan uangnya lebih dahulu sampai terkumpul sejumlah yang diinginkan.
Jadi teman-teman, yuk kita mulai dari hari ini, agar kita terbiasa mengelola uang dengan bijaksana
No comments:
Post a Comment