Tuesday, November 10, 2015

KEBIASAAN ANDA TENTUKAN MASA DEPAN ANDA





Kebiasaan yang Anda jalankan setiap harinya menentukan seperti apa masa depan Anda. Tak terkecuali dalam hal keuangan. Coba amati cara dan kebiasaan Anda mengelola uang. Jika hingga saat ini kondisi keuangan pribadi masih carut marut, memiliki penghasilan rutin bulanan namun tak dapat menikmatinya atau pas-pasan bahkan defisit setiap akhir bulan, saatnya instrospeksi diri.
Jangan berdiam diri, tapi cari tahu penyebab kondisi keuangan yang masih berantakan ini. Cermati lagi, boleh jadi Anda tak menjalankan kebiasaan keuangan yang baik. Berikut tujuh kebiasaan baik keuangan yang perlu dipraktikkan untuk menjadikan Anda pribadi positif.
1. Menabung
Hanya dengan menabung kehidupan Anda dapat lebih tenteram. Anda akan merasa nyaman karena pengeluaran ke depan sudah ada di tabungan.
2. Cerdas berbelanja
Anda menyadari dan menjalani kebiasaan menghindari belanja berlebihan. Caranya, Anda hanya berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan budget. Dengan begitu, Anda dapat menabung lebih banyak sehingga ada cukup dana berlebih untuk berinvestasi.
3. Mencatat pengeluaran pemasukan
Ini adalah metode sederhana yang bisa diterapkan siapa saja. Tujuannya, agar Anda lebih mudah mengendalikan pengeluaran. Dengan pencatatan, Anda dapat melihat lebih detil setiap perputaran keuangan. Namun jangan sekadar mencatat saja, tapi jadikan catatan ini sebagai acuan untuk melakukan perubahan dan memperbaiki kebiasaan keuangan yang kurang baik.
4. Menghindari utang
Utang terutama utang konsumtif dapat merugikan Anda karena bunga utang sangat memberatkan. Bunga kartu kredit yang sering Anda pakai berbelanja misal sebesar tiga persen per bulan atau 36 persen setahun, lebih tinggi daripada deposito bahkan investasi di pasar modal. Utang harus dikendalikan untuk mewujudkan kondisi finansial yang baik.
5. Mengendalikan pengeluaran
Berbagai cara bisa dilakukan dengan mencatat pengeluaran. Sebagai contoh dengan sistem amplop yang dapat membantu Anda membatasi pengeluaran dan lebih disiplin memakai dana di mesin ATM. Dengan sistem amplop, Anda "dipaksa" memakai dana yang telah dianggarkan melalui sistem amplop tersebut.
6. Menjaga keamanan finansial keluarga
Bisa dilakukan dengan menerapkan pembelian asuransi seperti asuransi jiwa serta asuransi kesehatan. Asuransi jiwa berfungsi melindungi keluarga dari kehilangan nafkah sumber penghasilan seseorang yang menjadi tumpuan keluarga jika dia meninggal dunia. Asuransi kesehatan berfungsi sebagai perencanaan risiko karena sakit dan pengganti nafkah karena pemberi nafkah tidak bisa bekerja saat sakit.
7. Berinvestasi
Banyak pilihan cara berinvestasi, bisa dengan membeli emas logam mulia, menabung di deposito, membeli reksadana dan saham. Komponen Investasi tersebut memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan serta risiko, sehingga tergantung daripada profil Anda sebagai investor. (as/dari berbagai sumber)

Sunday, October 25, 2015

MENUJU SEHAT FINANSIAL BERIKUT TIPSNYA..

MENUJU SEHAT FINANSIAL BERIKUT TIPSNYA..

JAKARTA—Ingin tas bermerek, sepatu beraneka warna, gaun-gaun cantik, perawatan tubuh, atau jam tangan elegan yang selalu menjadi perhatian seseorang, terutama seorang wanita yang doyan belanja.
Nongkrong pun kerap dilakukan untuk melepas penat dikala weekend datang dan berkumpul bersama teman-teman. Otomatis harus mengeluarkan uang yang lebih untuk kebutuhan sekunder.
Seseorang harus bisa mengatur keuangan pribadi agar tidak seperti pepatah yang satu ini, yakni ‘besar pasak daripada tiang’.

Berikut ada beberapa tips dari pakar perencana keuangan, Ligwina Hananto. Apa saja tipsnya? Ternyata hanya dua saja untuk seseorang dalam mengelolakeuangan yang sehat.

Pertama, yakni harus tahu cash flow—aliran uang. Jalur keluar masuknya uang untuk apa dan ke mana saja harus selalu diketahui apabila seseorang ingin finansialnya sehat.

Kita harus tahu jumlah penghasilan/pemasukan yakni dari gaji, hasil bisnis, sewa properti, dividen saham, kupon obligasi, bunga deposito dan lain sebagainya. Selain itu, pengeluaran pun penting diperhatikan yang terdiri dari cicilan hutang maximal 30% dari pemasukan.

Seperti, membayar premi asuransi, keperluan rumah tangga, transportasi, anak, keluarga, pekerja, kesehatan yang seharusnya 20-40% pemakaiannya dari pemasukan. Terakhir, pengeluaran pribadi seperti membeli tas, salon, hangout bersama teman-teman, dan liburan yang bisa ditakar hanya 20% dari penghasilan.

Kedua, mengetahui tujuan. Dijelaskan, apabila seseorang ingin pergi ke Tarakan. Kita harus benar-benar memahami tujuannya. Lebih efisien mana dan sesuaikah dengan kemampuan, menggunakan pesawat atau bus, atau bawa mobil sendiri.

“Kita harus paham betul judulnya apa, tujuannya apa, jumlahnya berapa, resikonya apa, untungnya apa. Jadi, semua harus dipelajari dengan baik,” jelas Wina, panggilan akrabnya.
Untuk itu, Anda juga harus mengetahui nafsu diri kita sendiri dan mengontrol segala sesuatunya dengan memilih mana yang harus diprioritaskan dan mana yang tidak penting. Begitu juga mengetahui kemampuan kita dalam memenuhi kebutuhan tersier yang akan membuat kita bisa menahan nafsu mengeluarkan uang untuk hal yang tidak penting.

7 Kebiasaan Baik dalam Mengelola Keuangan Pribadi



Kebiasaan yang Anda jalankan setiap harinya menentukan seperti apa masa depan Anda. Tak terkecuali dalam hal keuangan. Coba amati cara dan kebiasaan Anda mengelola uang. Jika hingga saat ini kondisi keuangan pribadi masih carut marut, memiliki penghasilan rutin bulanan namun tak dapat menikmatinya atau pas-pasan bahkan defisit setiap akhir bulan, saatnya instrospeksi diri.
Jangan berdiam diri, tapi cari tahu penyebab kondisi keuangan yang masih berantakan ini. Cermati lagi, boleh jadi Anda tak menjalankan kebiasaan keuangan yang baik. Berikut tujuh kebiasaan baik keuangan yang perlu dipraktikkan untuk menjadikan Anda pribadi positif.

1. Menabung
Hanya dengan menabung kehidupan Anda dapat lebih tenteram. Anda akan merasa nyaman karena pengeluaran ke depan sudah ada di tabungan.

2. Cerdas berbelanja
Anda menyadari dan menjalani kebiasaan menghindari belanja berlebihan. Caranya, Anda hanya berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan budget. Dengan begitu, Anda dapat menabung lebih banyak sehingga ada cukup dana berlebih untuk berinvestasi.

3. Mencatat pengeluaran pemasukan
Ini adalah metode sederhana yang bisa diterapkan siapa saja. Tujuannya, agar Anda lebih mudah mengendalikan pengeluaran. Dengan pencatatan, Anda dapat melihat lebih detil setiap perputaran keuangan. Namun jangan sekadar mencatat saja, tapi jadikan catatan ini sebagai acuan untuk melakukan perubahan dan memperbaiki kebiasaan keuangan yang kurang baik.

4. Menghindari utang
Utang terutama utang konsumtif dapat merugikan Anda karena bunga utang sangat memberatkan. Bunga kartu kredit yang sering Anda pakai berbelanja misal sebesar tiga persen per bulan atau 36 persen setahun, lebih tinggi daripada deposito bahkan investasi di pasar modal. Utang harus dikendalikan untuk mewujudkan kondisi finansial yang baik.

5. Mengendalikan pengeluaran
Berbagai cara bisa dilakukan dengan mencatat pengeluaran. Sebagai contoh dengan sistem amplop yang dapat membantu Anda membatasi pengeluaran dan lebih disiplin memakai dana di mesin ATM. Dengan sistem amplop, Anda "dipaksa" memakai dana yang telah dianggarkan melalui sistem amplop tersebut.

6. Menjaga keamanan finansial keluarga
Bisa dilakukan dengan menerapkan pembelian asuransi seperti asuransi jiwa serta asuransi kesehatan. Asuransi jiwa berfungsi melindungi keluarga dari kehilangan nafkah sumber penghasilan seseorang yang menjadi tumpuan keluarga jika dia meninggal dunia. Asuransi kesehatan berfungsi sebagai perencanaan risiko karena sakit dan pengganti nafkah karena pemberi nafkah tidak bisa bekerja saat sakit.

7. Berinvestasi
Banyak pilihan cara berinvestasi, bisa dengan membeli emas logam mulia, menabung di deposito, membeli reksadana dan saham. Komponen Investasi tersebut memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan serta risiko, sehingga tergantung daripada profil Anda sebagai investor. (as/dari berbagai sumber)

10 Tips Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi Yang Benar




Penghasilan sebagai pekerja sebesar apapun yang didapat tidak akan pernah cukup memenuhi kebutuhan, jika tak dihentikan kata puas.

Di sisi lain peningkatan biaya hidup kian tak terbendung. Bila tak pintar-pintar mengatur keuangan maka bukan untung yang diraih tapi bisa utang yang menumpuk.

Beriikut ini 10 Tips Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi Yang Benar

1. Tetapkan Tujuan Keuangan

Bagi beberapa orang, tidak ada yang lebih menarik dibandingkan menyisihkan sebagian uang untuk membeli rumah dengan tiga kamar tidur berpagar putih. Mimpi lain melanglang buana ke seluruh dunia.

Memang benar jika memiliki tujuan yang pasti akan membuat lebih mudah mengatur keuangan pribadi. Hal itu juga akan menjadi motivasi untuk mengumpulkan pendapatan.

2. Buat Rencana Pengeluaran

Kebanyakan orang menghabiskan sekitar 2/3 dari pendapatan mereka pada tiga hal penting, yakni: makanan, perumahan, dan transportasi. Adapula pembayaran utang, tabungan, biaya rumah tangga, dan barang-barang opsional seperti hiburan.

Anda sebaiknya membuat anggaran tahunan dengan mengalokasikan tujuan belanja berdasarkan pembagian pos masing-masing.

3. Tahan Diri Terhadap Godaan Tawaran Penjualan

Toko memang diciptakan untuk menguras habis kantong pembeli. Tawaran promosi seperti diskon, hadiah hiburan adalah beberapa teknik yang digunakan penjual untuk menarik konsumen.

Tapi jika kita mengetahui trik mereka, akan membuat kita bisa menahan godaan dari tawaran-tawaran tersebut.  Hal lebih mudah adalah segera mengatakan tidak atas semua tawaran tersebut.

4. Lacak Pengeluaran Pribadi

Melacak setiap pengeluaran selama dua minggu dapat menyaring pengeluaran yang tidak perlu, seperti makanan restoran dan biaya taksi.

5. Mencari Produk Serupa yang Menawarkan Harga Lebih Murah

Penetapan harga produk di sebuah toko ternyata bisa jauh lebih mahal dari harga awal produk tersebut. Jika ketika ingin membeli satu produk dan melihat harga yang lebih rendah tercantum di tempat lain, jangan ragu untuk pindah ke toko tersebut.

6. Lakukan Riset Online Sebelum Mengunjungi Toko

Situs review produk, dan gudang diskon online sering memberikan informasi tentang bagaimana dan di mana untuk menemukan penawaran terbaik.

Apalagi jika ada tawaran pengiriman gratis, bisa membuat pembelian online sebagai pilihan.

7. Cari Pendapatan Lebih dari Satu Sumber

Pada zaman sekarang apapun bisa terjadi. Kurangnya keamanan kerja di pasar saat ini membuat siapa pun bisa kehilangan pekerjaan atau menghadapi pemotongan gaji.

Namun hal ini diperbaiki jika ada sumber penghasilan kedua. Carilah ide-ide tentang cara untuk mendapatkan lebih banyak uang.

8. Mulai Bisnis Sendiri

Seperti di Amerika, resesi mengilhami banyak orang untuk mengeksplorasi kewirausahaan, sebagai cara untuk mengambil kembali kendali kehidupan finansial mereka.

Bahkan usaha relatif kecil, seperti blog yang menghasilkan uang melalui iklan atau kebun yang menghasilkan bunga, bisa berubah menjadi sumber keamanan finansial.

9. Negosiasikan Gaji Kembali

Banyak pekerja merasa beruntung memiliki pekerjaan dalam kondisi saat ini. Namun kadang meminta kenaikan gaji dapat menjadi langkah yang lebih cerdas.

Jika Anda baru saja berganti pekerjaan, menerima promosi, atau menyadari dibayar rendah dibandingkan dengan rekan-rekan yang lain, mungkin sudah saatnya untuk duduk dengan atasan dan meminta kenaikan gaji.

10. Jangan Menghindar dari Utang

Utang memiliki reputasi buruk karena dinilai menyebabkan kebangkrutan. Namun mengambil kredit dengan pengelolaan yang tepat ternyata dapat berguna.

Kredit memungkinkan orang untuk membeli rumah maupun membiayai keperluan mendesak lainnya.  Tapi tetap evaluasi keputusan tentang utang ini dengan mempertimbangkan dampaknya secara hati-hati.

Friday, October 23, 2015

MENGAJARKAN PENGELOLAAN KEUANGAN PADA ANAK SEDINI MUNGKIN



Salah satu masalah penting yang setiap orangtua harus pertimbangkan adalah bagaimana kita mempersiapkan mereka untuk menghadapi “dunia nyata”? Manajemen keuangan adalah hal penting di dalam dunia nyata, sehingga kita harus mendidik anak agar mampu melakukannya mulai dari hal yang paling sederhana.
Banyak orangtua yang salah kaprah dan beranggapan bahwa pendidikan sekolah sudah cukup sebagai bekal anak di kemudian hari. Hal ini salah besar. Orangtua juga perlu mendidik anak tentang hal-hal yang tidak pernah mereka dapatkan di sekolah, misalnya tentang pengelolaan keuangan pribadi.

Mendidik anak berhemat, mulailah dari diri sendiri
Anak mencontoh perilaku orangtua. Oleh karena itu, bila Anda ingin anak berhemat, Anda juga harus memiliki kebiasaan tersebut. Berhemat bukan berarti pelit, tetapi tidak memboroskan uang untuk pengeluaran yang tidak perlu.
Bagaimana cara mengendalikan diri agar dapat berhemat? Initnya adalah pengendalian diri. Pernahkah Anda mendengar tentang “uji marshmallow?” Ini adalah ujian di mana seorang anak yang suka marshmallow diberikan sebuah marshmallow dan ia dapat memilih untuk langsung memakannya atau menunggu beberapa saat hingga diberikan yang berikutnya.
Bila ia dapat menunggu, ia dapat memakan beberapa marshmallow sekaligus, bukan satu per satu. Wikipedia mengatakan bahwa pengendalian diri adalah kemampuan yang penting bagi kesuksesan hidup.

Memperkenalkan Uang Kepada Anak

Setelah anak dapat menghitung dan mulai masuk Sekolah Dasar, perkenalkanlah uang. Ajarkanlah cara menghitung uang, memperkenalkan berbagai pecahan mata uang, serta ajarkan cara menyimpannya.
Anak sekolah sudah mengenal “jajan di sekolah”, sehingga inilah waktu yang tepat untuk mendidik anak dalam mengelola keuangan. Inilah cara-cara yang dapat Anda lakukan :

1. Beri mereka uang saku harian, lalu mingguan

Jumlahnya tidak menjadi masalah. Untuk anak yang lebih kecil, Anda dapat memberikannya sedikit setiap hari. Sedangkan anak yang lebih besar, dapat diberikan setiap minggu. Mengapa demikian? Supaya anak yang lebih besar belajar mengatur pengeluarannya sehari-hari dalam seminggu.

2. Perbedaan antara keinginan dan kebutuhan

Ajarkan mereka perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Bahkan orang dewasa membuat pengeluaran kebiasaan buruk karena mereka lupa untuk membedakan antara apa yang sebenarnya mereka butuhkan dan apa yang mereka inginkan.

3. Ajarkan mereka tentang menabung

Anda dapat mendidik agar mereka menabung sebagian uang, sehingga tidak semua uang yang diberikan dihabiskan.

4. Mengingatkan mereka tentang hutang

Seiring dengan perkembangan pergaulan, mungkin teman-teman anak Anda sudah dapat meminjam uang kepada sesama temannya. Jelaskan kepada anak Anda bahwa meminjam uang adalah tidak baik. Biasakan mereka mengendalikan diri ketika ingin jajan atau membeli sesuatu di kantin sekolah.