Masa depan seseorang salah satunya
ditentukan dengan seberapa baik ia mengatur pola hidupnya. Di antaranya yang
paling penting adalah seberapa baik ia mengelola keuangannya. Tujuannya
adalah sebagai langkah awal untuk membentuk kepribadian Sobat Belia menjadi
lebih teguh dan mandiri. Mengelola keuangan sejak muda penting untuk mencapai
kemandirian finansial.
|
Mungkin Sobat Belia bertanya,
bagaimana mau mandiri, jika segala kebutuhan pribadi kita masih ditanggung
oleh orang lain, khususnya orangtua. Memang keadaan ini seringkali
disalahartikan bahkan dijadikan "kambing hitam" oleh sebagian besar
kawula muda.
Sobat Belia, mandiri bukan berarti melepaskan diri dari ketergantungan akan orang lain. Dengan begitu, untuk belajar mandiri, Sobat Belia tidak harus menunggu bekerja terlebih dulu. Justru kemandirian bersumber dari hal-hal yang kecil. Memang mengelola keuangan bagi anak muda harus disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Pola keuangan anak muda tidak akan sama dengan pola keuangan orang yang sudah berumah tangga sehingga prinsip pengaturannya pun berbeda. Penga turan keuangan itulah yang harus kamu lakukan. Yakni dengan mengontrol pengeluaran. Langkah awal, kamu mesti bersikap seolah-olah uang yang kamu peroleh itu adalah hasil jerih payahmu sendiri, sehingga kamu memiliki kewenangan dan kesadaran untuk mengontrol uang tersebut. Dengan memiliki sikap seperti itu, biasanya seseorang akan lebih menghargai. Apalagi fakta menunjukkan penghasilan yang didapat bukan dari hasil jerih payah sendiri, cenderung lebih disalahgunakan. Tidak heran, banyak kaum muda yang berperilaku boros dan konsumtif. Padahal cara menggunakan uang adalah kunci kesuksesan seseorang. Karena dengan begitu artinya ia sedang belajar mengelola kebutuhan hidupnya dengan teratur. Nantinya, jika ia bekerja dan menerima gaji setiap bulan, ia tidak aan kesulitan lagi mengatur pola uangnya. Yang paling penting, jika gaya hidup hemat tertanam sejak dini, sebenarnya seseorang telah memulai sebuah kehidupan yang lebih baik. Ke depan, mereka bisa mengalokasikan keuangan dengan berbagai cara, misalnya menabung atau berinvestasi. Mengelola keuangan untuk anak muda dimulai dengan mengetahui pengeluaran yang dilakukan oleh kaum muda. Karena pengeluaran generasi muda umumnya dipengaruhi faktor-faktor eksternal. Global Youth Survey mengindikasikan, 43 persen generasi muda di seluruh dunia melakukan pencarian online dalam mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk. Sementara, 40 persen dari mereka mengambil keputusan berdasarkan masukan teman atau keluarga dan 17 persen lainnya mengambil keputusan berdasarkan iklan di media. Di negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, sebagian besar pengeluaran generasi muda umumnya untuk transportasi, makanan, pergaulan, pakaian, dan rekening telepon. Kelola Pengeluaran Kaum muda harus mengetahui jenis pengeluaran. Apakah masuk kategori primer, sekunder, atau tersier. Dengan begitu, mereka akan menghargai uang yang dimiliki dan tidak membelanjakan sesuatu yang tidak dibutuhkan saat ini. Sebagai remaja, kita harus bisa mengelola keuangan kita secara efektif. Salah satnya dengan membiasakan hidup teratur. Kita harus mampu mengendalian diri dari keinginan untuk membelanjakan uang yang ada di tangan kamu. Nggak peduli berapa pun jumlah pemasukan kamu, kalau kamu tidak bisa mengelola keuangan dengan baik dan disiplin maka kamu akan gagal. Kebanyakan anak muda memiliki sifat konsumtif. Alasannya beragam, ada yang karena kebutuhan, ada pula yang karena mengikuti tren. Hanya ada dua cara yang direkomendasikan para perancang keuangan untuk memotivasi seseorang agar bisa mengatur keuangannya. Pertama, belanjakan uang lebih sedikit dari pendapatan yang kamu peroleh. Jika hal dasar ini tidak bisa kamu lakukan, maka kamu tidak akan pernah sukses dalam keuangan. Sekeras apa pun usaha kamu, berapa pun waktu yang kamu habiskan untuk bekerja, serta berapa banyak pun peluang yang kamu terima, kamu tetap saja akan gagal dalam hal keuangan. Ini adalah aturan yang paling mendasar dan kebanyakan orang akan mengangguk setuju. Namun kenyataannya, tetap saja banyak orang yang tak mempunyai tabungan plus banyak utang. Dalam arti aturan sederhana ini gagal dipraktikkan. Kedua, belajarlah untuk menabung. Menabung tidak tergantung kepada nominal. Hakekat menabung adalah menguji komitmen dan disiplin kamu terhadap masa depan. Jika kamu memikirkan masa depan, pasti kamu (dengan berbagai cara) akan menyisihkan uangmu. Ibaratnya menabung adalah suatu proses sedangkan tabungan it sendiri bonus yang akan kamu terima kelak. (jones gultom) |
Referensi lengkap seputar perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga
Friday, October 23, 2015
PENTINGNYA MENGELOLA KEUANGAN SEJAK DINI
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment